Inspirasi

Tentang Passion

passion life with passion

Alkisah ada seorang pria berumur 40 tahun, namanya Ilyas. 5 tahun silam ia berkesempatan mengikuti seminar bertemakan motivasi dan karir. Ketika itu ia terkagum-kagum dengan seorang pembicara pada acara tersebut yang dengan begitu semangatnya menuturkan bahwa jika ingin sukses maka seseorang harus mempunyai passion.

Setelah mendengarkan seminar tersebut, seminggu kemudia ilyas mengajukan resign dari pekerjaanya, dan mulailah ia terjun dalam dunia usaha . Ia membuka usaha restoran bersama tiga sahabatnya. Alasannya sederhana, ia senang makan dania merasa bidang makanan ini adalah passion utamanya.

Lima tahun kemudian, sudah 7 kali pula ia buka tutup usaha restorannya, namun tak ada satu pun restorannya yang berhasil memasuki pasar. Modalpun kini tinggal sedikit lagi, karena antara pemasukan dan pengeluaran jauh berbeda,  tabungannya yang tersisa dari hasil kerjanya pun semakin menipis. Gambaran kesuksesan yang didambakannya dari usaha yang dijalani dengan passion tak hadir jua.lantas ia bertanya dalam hati, apa ada yang salahkah?

Passion Bukan Hanya Soal Cinta

Dari kisah yang diceritakan diatas, sebenarnya banyak dari kita yang mengalami hal-hal kejadian serupa seperti cerita diatas, umumnya dari kita sendiri mengartikan bahwa passion itu adalah hal yang kita senangi dan cintai, sebenarnya definisi ini kurang tepat.

Cinta atau kesenangan itu sendiri bisa diartikan sebagai sesuatu yang ingin kita kerjakan didalam hidup ini. Coba tengoklah mereka yang tergabung dalam sebuah komunitas, misal komunitas sepeda, kemudian apakah mereka melakukan langkah langsung menginggalkan pekerjaan mereka dan memutuskan untuk menjadi pembalap sepeda professional, tidak kan?

Sangat dibolehkan kita melakukan apa saja yang kita senangi atau cintai, semisal pecinta kuliner, suka mengkoleksi batu-batu indah, travelling, atau apapun itu. Namun, itu bukanlah passion.

Kita melakukan hal-hal yang kita senangi atau cintai untuk membuat hidup lebih berarti, membuat hidup lebih berwarna dan untuk menggairahkan jiwa. Lantas, apa itu passion sendiri?

love and passion

passion bukan hanya soal cinta

Passion dan Masalah Pengakuan

Ini perbedaan utama passion dari sekedar cinta biasa. Passion adalah tentang adanya pengakuan. Kita sebagai individu tentunya ingin diakui atau dikenal oleh orang lain. Pengakuan ini bukan berarti kita haus menjadi terkenal dan berusaha sekuat tenaga untuk menonjolkan diri. Namun pengakuan ini bersifat personal. Bagaimana kita mengartikan diri kita sendiri.

Kembali ke topik Ilyas, apakah benar passionnya adalah sepeda? Ketika bercermin dipagi hari, Apakah ia menyaksikan seseorang yang terkait dengan sepeda?

Coba saja datangi tempat bermain futsal yang bertebaran di banyak kota besar. Perhatikan bagaimana banyak yang begitu serius bermain dan kadang tak kalah bagus dengan pemain profesional di Indonesia. Namun coba tanyakan sejenak, apakah mereka ingin mendapat pengakuan sebagai pemain bola profesional? Bisa jadi jawabannya tidak. Futsal hanyalah sesuatu yang mereka senangi. Futsal menjadi semacam obat dari kebosanan rutinitas belaka.

Passion dan Keseimbangan Hidup

Dalam menjalani passion, kita harus 100 persen menjalankannya. Namun jangan sampai pula, kita mengenyampingkan hal-hal lain yang tak menyangkut passion itu sendiri, seperti unsur keluarga, teman, sahabat, waktu, liburan, dan lain sebagainya. Jangan sampai saking semangatnya menjalani passion, kita lupa dengan itu semua sehingga menyebabkan hidup tak seimbang.

Misalnya, ketika kita sedang menjalani passion kita yaitu bidang pemrograman web, karena kita ingin diakui sebagai seorang programmer, sampai-sampai kita berlatih terlalu keras, dari senin sampai minggu terus saja depan komputer, padahal dihari sabtu ada teman lama kita yang mengajak untuk silaturahim, lantas kita abaikan ajakannya, mungkin bisa jadi, teman kita yang mengajak silaturahim itulah yang  kelak akan menjadi partner passion kita.

passion and life

semua harus seimbang, tak boleh terlalu berlebihan

Passion itu Menghasilkan

Selain passion itu disenangi dan selalu ada energi ketika menjalaninya, passion itu sendiri haruslah menghasilkan, jika tidak itu bukan passion namanya namun hobi. Seseorang yang hobi makan makanan, belum tentu passionnya dibidang makanan, jika hobinya itu tak menghasilkan. Namun seseorang yang mempunyai passion dibidang makanan, jelas itu karena berawal dari hobi makan makanan. Jadi secara sederhananya, passion itu adalah hobi yang menghasilkan.

Untuk menggapai kesuksesan, tak butuh hanya sekedar passion belaka, namun lebih dari itu, dibutuhkan kerja keras, sikap yang baik, networking, juga memohon pertolongan tuhan dan masih banyak yang lainnya, namun passion itu sendiri merupakan hal paling penting juga dari sebuah puzzle kesuksesan.

Jadi, apa passionmu? Temukanlah dan segera raih kesuksesanmu.

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on Pinterest

You Might Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>