Pekerjan Pertama, terimakasih showa

Pekerjaan Pertama

Kesan kerja ditempat pertama kali bekerja memang sangat sulit dilupakan, karena biasanya orang yang baru memasuki kerasnya dunia rata-rata masih baru lulus sekolah atau kuliah, jadi masih sedikit pengalaman yang mereka punya untuk bisa segera beradaptasi dengan lingkungan. Begitupun yang dialami saya, sekitar setahun yang lalu, tepat hari ini adalah satu tahun saya berhenti dari pekerjaan saya sebagai seorang operator produksi di salah satu perusahaan otomotif lmayan besar yang berasal dari jepang.

Awal kerja

Keajaiban, satu kata yang ingin pertama kali saya ucapkan ketika memingat awal pertama kali kerja. Masih ingat dalam ingatan, dulu saya mulai mencari kerja pada November 2012, puluhan berkas lamaran pekerjaan saya kirim keberbagai perusahaan.

Hari demi hari berganti, namun panggilan yang diinginkan belum tiba, dan ternyata ketika saya cek berkas yang saya kirim, ada kesalahan fatal yang saya lakukan waktu itu, yaitu salah mengisi no handphone, nomber yang seharusnya akhiran 827 malah jadi 287. Kejadian inipun cukup membuat saya prustasi, namun dengan semangat yang masih tersisa saya coba kirim lagi beberapa lamaran terkahir, ada sekitar 5 perusahaan yang saya kirm berkas lamaran waktu itu.

Dipenguhujung Januari 2013, saya coba bulatkan tekad untuk bekerja di sebuah restoran ayam bakar disalah satu sudut ibukota Jakarta yang pemiliknya cukup menjadi idola saya dalam berbisnis, namanya Mas Mono, saya berencana akan bekerja disana seabagai pelayan restoran. Pagi itu saya sedang membereskan baju dan perlengkapan yang harus dibawa untuk pergi ke Jakarta, sebuah SMS masuk ke hanphone saya yang mungil, ternyata itu adalah panggilan test kerja dari PT. Showa Indonesia. Saat menerima sms itu, saya langsung mencari lebih detail apa itu PT. Showa dan bergerak dalam bidang apa. Ternyata perusahaan itu bergerak dibidang otomotif.

Saat mendapat sms itu, tak tau mengapa saya jadi kurang begitu yakin untuk pergi ke Jakarta, akhirnya saya shalat istikharah dan bermusyawarah dengan keluarga, dan akhirnya saya memutuskan untuk memilih PT. Showa, keputusan yang lumayan nekad sebenarnya mengingat peluang kerja di Jakarta begitu besar, namun hati kecil saya memilih untuk kerja di PT. Showa yang belum jelas dan tentu saya diterima disana.

Keesokan harinya setelah mendapat sms itu saya berangkat menuju Cikarang Bekasi, karena harus segera test. Disana saya menginap di rumah kosan teman kakak saya. suasana yang begitu berbeda jauh antara sukabumi dan bekasi membuat saya sulit beradaptasi dihari pertama menginjakkan kaki disana.

Saat hari test, jujur saya tak ada beban sama sekali dan merasa tenang, kalaupun diterima alhamdulillah, kalaupun tidak diterima mungkin ini bukan rezeki saya. Singkat cerita dari beberapa test yang dijalani, semuanya lolos, sampailah pada test hari terakhir, dan ternyata saya diterima alhamdulillah. Sempat kaget juga bisa diterima disini, mengingat saingan saya saat test mencapai seribu orang, namun yang diterima saat itu berkisar 40 orangan, terlebih background pendidikan saya lebih ke Teknik komputer Jaringan, bukan otomotif, namun saya merasa sangat dipermudah oleh Allah ketika mengikuti test demi test yang dilaksanakan diperusahaan ini, mungkin Allah lebih ridha jika saya bekerja disini,  sungguh ini bagai sebuah keajaiban.

Pekerjaan Pertama
Berdoa, Berikhtiar dan Beramal lah untuk agar bisa dapat segera mendapat kerja

Saat Bekerja

Pertama memasuki lingkungan kerja, saya cukup merasa kesulitan untuk beradaptasi dengan lingkungan baru saya ini, diantaranya ketika saya akan menguasai mesin yang akan saya gunakan sepanjang satu tahun kedepan untuk bekerja, dalam hati mungkin saya butuh waktu yang agak lebih lama dari teman seangkatan saya untuk menguasai mesin-mesin itu. 3 bulan  bekerja ditempat itu, ternyata saya masih kesulitan menguasainya, sempat ada rasa prustasi karena susah menguasai mesin-mesin itu, namun saat itu saya berpikir tak boleh cepat berputus asa, saya harus bertanggung jawab atas pilihan saya memutuskan bekerja disitu. Memasuki bulan ke 6 akhirnya saya mulai bisa menguasai semua mesin itu, walaupun telat menguasainya namun saya tetap merasa bersyukur, Alhamdulillah.

Selain tantangan untuk menguasai tentang mesin, hal yang membuat saya agak harus beradaptasi juga yaitu ketika kerja dibagi beberapa sift, yaitu sift 1 dari jam 8 pagi sampai 4 sore, lanjut sift 2 dari jam 4 sore sampai 12 malam, dan sift 3 dari jam 12 sampai 8 pagi. Apabila lembur, maka kita bekerja 12 jam, sift 1 dari jam 8 pagi sampai 8 malam, sift 3 dari jam 8 malam sampai jam 8 pagi. Sebuah tantangan baru bagi saya sendiri kerja di jam malam.

Saat awalan masuk ke sift 3, saya belum bisa mengatur tempo tidur saya disiang hari, tak jarang ketika kerja kadang mengalami ngantuk yang luar biasa, solusinya akhirnya waktu itu saya membawa kopi ke tempat kerja saya, hehe. Tantangan lain ketika bekerja di sift malam, adalah sepulang kerjanya, kadang mata ini sulit untuk memejamkan mata lagi ketika bangun untuk shalat dzuhur dulu, akibatnya kadang saya tak tidur lagi sampai sore, tidur lagi sesudah maghrib. Dan kalau sedang capek banget, kadang saya bisa bablas tertidur bangun jam 12 malam pas, sehingga saya pun telat kerjanya, hehe.

Pekerjan Pertama, terimakasih showa
Foto bersama teman-teman kerja.

 

Akhir Kerja

Selama saya setahun bekerja disana, suka duka mengiringi langkah ini. banyak pengalaman yang luar biasa, banyak hikmah yang didapat, diantaranya saya bisa jadi menghargai masalah waktu, saat kerja disana terutama ketika shift 2 dan 3, saya mendambakan bisa tidur normal seperti orang biasa pada umumnya, bekerja pada siang hari, istirahat dimalam hari, setelah kerja disana saya jadi lebih bisa menghargai waktu apalagi saat malam tiba. Selanjutya hikmah yang saya dapat, anda bisa bukan masalah bakat, namun masalah niat dan tekad, ketika saya belum bisa mesin jauh tertinggal dari teman-teman saya, waktu itu saya menjudge diri saya tak bisa menguasai mesin karena tak ada bakat disana, namun ternyata statement itu salah, ketika saya lebih keras lagi latihan untuk bisa menguasai mesinnya, niat dan tekad saya diperbesar,  Alhamdulillah akhirnya bisa juga menguasainya walaupun agak terlambat  dari teman-teman saya. “Seseorang bisa melakukan sesuatu bukan karena bakjat, namun karena niat dan tekad. 

Dan hari ini, tepat satu tahun saya memutuskan berhenti bekerja disana, sungguh banyak kenangan dan pembelajaran yang bisa saya ambil ketika bekerja disana. Terimakasih Showa, karena semua yang ada disana sudah  jadi bagian dari catatan perjalanan diri ini.