Life Story

Membangun Support Sistem Kehidupan

ocsl.co.uk

Membangun Support Sitem Kehidupan. Yap. Wejangan ini yang saya dapatkan dari mas Vatih kemarin ketika berkumpul di agenda evaluasi mingguan para Santri Sintesa. Sungguh saya sangat senang sekali mendapatkan wejangan ini , karena bagi saya pribadi pas banget bertepatan dengan evaluasi diri akhir tahun yang sedang saya lakukan.

Berbicara tentang sistem, supaya bisa berjalan lancar pastinya harus selalu ada support yang mendukungnya. Misal, ketika sebuah sistem operasi komputer tidak berjalan dengan normal, maka butuh support yang bagus untuk bisa membuatnya kembali berjalan normal. Begitupun dengan yang namanya kehidupan.

Ada orang yang hidupnya itu lancar-lancar saja di segala aspek kehidupan. Dari segi finansial, spirtitual, keluarga, dan aspek yang lainnya kalau dilihat mungkin berjalan dengan mudah. Namun sebaliknya, ada juga orang yang aspek kehidupannya itu semerawut. Hidupnya selalu penuh dengan kesusahan. Lantas apa yang membedakanntya dari kedua orang itu? Support Sistem Kehidupan.

Menurut mas Vatih Support Sistem Kehidupan sendiri terbagi ke dalam beberapa bagian.

1. Keluarga

Sebelum berbicara lebih jauh, saya ingin menanyakan beberapa pertanyaan kepada anda.

  • Ketika terlahir di dunia ini, siapa orang yang pertama kali mengenal anda?
  • Ketika meninggal dunia, siapa orang yang akan mengurusi anda?
  • Ketika akan mengambil keputusan-keputusan dalam hidup, siapa yang pertama kali akan ada ajak diskusi?
  • Ketika mengalami kesusahan dan masalah yang berat, siapa orang yang benar-benar peduli kepada anda?

Dari semua pertanyaan-pertanyaan di atas, saya yakin jawabannya adalah keluarga. Keluarga bisa termasuk orang tua, kakak, adik, dan juga pasangan (yang jomblo sabar ya). Jadi, sudah sepantasnya kita harus berbuat baik kepada mereka.

Sudah menjadi rahasia umum, mereka yang berbuat baik kepada keluarganya akan dilancarkan rezekinya. Coba saja amati orang-orang sukses, semua mempunyai pola yang sama. Mereka pasti berbuat baik kepada keluarga. Jadi, point pertama untuk membangun Support Sistem Kehidupan adalah perbaiki dulu hubungan dengan keluarga.

2. Mempunyai Guru Spiritual dan Guru Bisnis Pribadi

Point kedua untuk membangun Support Sistem Kehidupan adalah anda harus punya guru spiritual dan guru bisnis pribadi. Berikut penjelasannya.

a. Guru Spiritual

Maksud dari guru spiritual ini adalah guru yang di mana kita bisa menceritakan segala pembahasan tentang agama. Kita ini hidup di dunia hanya sementara, jadi penting bagi kita untuk mempelajari agama dengan seksama supaya bisa masuk surga dan terhindar dari neraka.

Mungkin di benak anda ada pertanyaan “Lah, kalau belajar agama kan bisa di pengajian-pengajian atau dengan ceramah di youtube, ngapain punya guru spiritual segala?” Ingat ya, maksud guru spiritual di sini adalah bukan hanya sekedar belajar agama, namun kamu bisa berinteraksi dengannya setiap saat berbicara tentang agama. Misal, ada yang tidak dimengerti tentang hal ini dan itu, kamu bisa langsung chatt dengan nya atau berkunjung ke rumah nya.

b. Guru Bisnis

Hampir sama dengan guru spiritual, guru bisnis ini harus bersifat personal dan kamu bisa bebas bertanya kepadanya kapanpun. Mungkin istilah sekarang yang popeler semacam mentor pribadi khusus di dunia bisnis.

Dalam mencari guru bisnis, ada beberapa yang harus kamu perhatikan.

  1. Sudah pernah melakukannya.
  2. Bisnis yang dijalankan sama.
  3. TERBUKTI berhasil bisnisnya.

3 point ini sangat penting untuk percapatan diri anda, jangan sampai satu point pun hilang apalagi semuanya. Jika ada yang hilang, hal ini sama seperti anda ingin berjalan ke Bandung, tapi anda malah menaiki bus ke arah Jakarta.

Semua orang sukses pasti memiliki guru atau mentor pribadi. Bahkan sekelas Nabi Muhamad SAW saja memiliki guru spiritual dan guru bisnis loh. Untuk guru spiritualnya, adalah Malaikat Jibril, beliau yang mengajarkan kepada Nabi membaca Al-Quran. Masih ingat ketika Nabi ketika pertama kali disuruh membaca Al-Quran di Gua Hiro? Sedangkan untuk guru bisnisnya, adalah paman dan istrinya yakni Abu Thalib dan Siti Khadijah. Sebelum menjadi pebisnis yang handal, beliau belajar berjualan terlebih dahulu bersama pamannya Abu Thalib. Kemudian belajar investasi kepada Siti Khadijah yang kemudian menjadi istrinya.

Saya pribadi belum memiliki guru spiritual ataupun guru bisnis. Namun salah satu resolusi saya di tahun 2016 adalah bisa menemukan kedua guru ini secepat mungkin. Lalu, bagaimana dengan anda?

3. Inner Circle

Inner Cicle yang berarti lingkaran dalam. Bisa dibilang teman curhat atau sahabat terbaik. Banyak definisi sahabat terbaik, kalau bagi saya pribadi adalah dia itu adalah teman ngobrol yang asyik. Saya nyaman ngomongin apapun dengannya. Saya dan dia pun sudah mengetahui kelebihan dan kekurangan masing-masing. Sefrekusensi banget. Namun perlu diingat, Inner Circle bukan berarti pasangan ya.

4. Ceiling / Master Mind

Ceiling / Master Mind adalah orang-orang yang selalu berada di sekitar kita yang mempunyai tujuan yang sama. Biasanya berisi beberapa orang atau sekelompok orang. Manfaat dari ceiling atau Master Mind ini adalah supaya frekuensi kita dalam perjalanan menuju tujuan selalu terjaga. Pastikan ketika akan membentuk ceiling, maka anda harus tau terlebih dahulu tujuan serta anda itu mau jadi seprti apa.

Contohnya, saat ini saya sedang menggeluti dunia Internet Marketing. Saya memiliki tujuan di tahun 2016 ini memiliki Passive Income dari Adsense minimal 10 juta per bulan. Maka ceiling yang harus saya bentuk adalah orang-orang yang memiliki tujuan yang sama seperti saya, yakni orang-orang yang bergerak di bidang Internet Marketing.

Ketika niatan anda sudah kuat serta tujuan yang dimiliki pun sudah jelas, biasanya kehidupan akan bekerja dengan sendirinya sesuai getaran/frekuensi yang ada. Orang-orang yang seniatan dan satu tujuan akan disatukan sejauh apapun keberadaan.

5. Model Impian

Di point terakhir ini, saya kembali ingin mengajukan beberapa pertanyaan kepada anda.

  • Jika ingin pergi ke Semarang, maka siapakah orang yang tepat untuk dimintai pertanyaan supaya anda bisa cepat dan selamat sampai ke Semarang?
  • Jika ingin pergi ke Bandung, maka siapakah orang yang tepat untuk dimintai pertanyaan supaya anda bisa cepat dan selamat sampai ke Bandng?
  • Jika ingin pergi ke Yogyakarta, maka siapakah orang yang tepat untuk dimintai pertanyaan supaya anda bisa cepat dan selamat sampai ke Yogyakarta?

Jawabannya tentu adalah orang yang SUDAH sampai ke Semarang, Bandung, dan Yogyakarta. Nah, sama halnya dengan Impian. Jika ingin terjadi percepatan impian, maka tanyakan kepada orang yang sudah pernah menggapai impian tersebut. Tanyakan kepadanya BAGAIMANA cara menggapai impian itu?

Contohya, jika saya ingin mendapatkan penghasilan 100 juta perbulan, maka jika ingin terjadi percepatan saya harus bertanya kepada orang yang sudah memiliki penghasilan 100 juta perbulan. Itulah yang dimaskud model Impian. Namun, kita harus membangun hubungan yang dekat terlebih tahulu sebelum bertanya kepada model impian kita.

Ada beberapa cara supaya kita bisa membangun hubungan dekat dengan model impian kita.

  1. Menjadi timnya.
  2. Menjadi partnernya (bisnis).
  3. Menjadi muridnya.

“Ingin Terjadi Percepatan? Cari WHO dulu, maka HOW akan bisa dengan sendirinya”

Demikian sedikit tulisan singkat dari saya. Dipenghujung akhir tahun 2015 ini, semoga kita semua bisa mengambil hikmah dan berbagai pelajaran berharga di tahun ini. Dan pastinya, kita bisa membangun Support Sistem Kehidupan kita dengan sebaik-baiknya.

Jika tulisan ini bermanfaat, boleh di share keyang lainnya.

 

Best Regards

 

Sofyan Hadi

 

 

 

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on Pinterest

You Might Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>