Life Story

Keputusan Setengah Hati

Berbahagia dulu merenungi kebesaranNya pagi ini boleh kan?

Termenung dalam keheningan merasuk sebuah keyakinan di pagi penuh berkah ini.. Mungkin ini cara Allah menjawab do’a saya. Teringat beberapa tahun lalu keinginan saya untuk bisa kuliah, melanjutkan pendidikan seperti kawan-kawan yang lainnya. Merasakan indahnya mempunyai kawan dari berbagai daerah. Dan merasakan indahnya merantau berjuang nuntut ilmu. Namun impian itu harus saya tunda karena beberapa alasan. Saya pun saat itu memutuskan untuk berbisnis dan bekerja.

Akhir maret 2014, waktu itu saya resign dari perusahaan tempat saya bekerja, segala persiapan sudah matang untuk bisa kuliah, Saya termasuk tipe orang yang cukup idealis memilih tempat kuliah karena harus sesuai dengan kriteria saya.. waktu itu saya memutuskan untuk ikut YEA Bandung, Program kuliah 6 bulan untuk ditempa menjadi seorang pengusaha yang berkarakter. Pembelajaran waktu itu dimulai awal maret, tepat saat saya berhenti bekerja di perusahaan itu. Lagi-lagi Allah uji saya, baru berjalan satu minggu waktu itu perkuliahan, saya memutuskan untuk berhenti di YEA, karena ada beberapa kejadian diluar perkiraan yang cukup buat saya down hingga harus keluar dari YEA.

Beberapa bulan semenjak keluar dari YEA, kondisi psikis waktu itu belum terlalu membaik.. Mengingat bisa kuliah di YEA adalah impian saya sejak dulu. Namun saya juga harus tetap melanjutkan hidup untuk meraih impian yang lainnya.

Waktu itu di buka pendaftaran kuliah di Umar Usman, salah satu kampus impian saya juga waktu itu, namun saat itu memang keuangan saya belum memadai hingga harus menunda lagi. Seiring berjalan waktu, keinginan saya untuk bisa merasakan atmosfir kuliah akhirnya lambat laun redup bahkan hampir sudah tidak ada lagi.

Awal januari 2015, saya melihat sebuah brosur mengenai pelatihan tentang ‪#‎InternetMarketing‬ dan ‪#‎TahfidzAl‬-Quran.. Nama pelatihannya adalah Sintesa.. Waktu itu cukup membuat saya ragu apakah saya harus mengambil apa tidak, namun saya akhirnya memutuskan untuk mencoba mengikuti seleksi itu walaupun dengan keputusan setengah hati, dan ternyata alhamdulillah lolos. Cerita saya bagaimana pertama kali bisa belajar di sintesa selengkapnya bisa dilihat di catatan saya yang lainnya : Ijinkan Aku Menjadi Santri.

Tak terasa hampir 4 bulan saya belajar di Sintesa. Banyak hal yang saya dapatkan disini. Menkmati untuk terus dan berkembang setiap hari.. Inshaa Allah, dan yang lebih mengagetkan lagi gambaran kehidupan saya ketika kuliah dulu yang saya inginkan bisa di dapatkan di sini.

Banyak do’a yang tidak saya sadari selama ini, bisa terkabul ketika belajar di sini.. Teringat salah satu firmanNya yang intinya kurang lebih begini “Boleh jadi kamu menyukai sesuatu, namun menurut Allah itu tidak baik.. Dan boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, namun itu baik menurut Allah”.

Keputusan setengah hati yang kini hal yang paling di syukuri.

Fabiayyiaalaa irabbikumaa tukadzzibaan

ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on Pinterest

You Might Also Like

One comment

  1. 1

    Terus semangat, semoga semua dimudahkan dan dilapangkan.. 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>