Pengertian, Syarat Pembuatan NPWP dan Cara Daftar NPWP Online

Pengertian Nomor Pokok Wajib Pajak

Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) adalah sarana administrasi perpajakan yang mempunyai fungsi sebagai tanda pengenal diri atau bisa dibilang identitas wajib pajak dan juga menjaga ketaatan dalam pembayaran pajak yang diawasi oleh administrasi perpajakan. Seseorang yang sudah mempunyai NPWP akan lebih muda terdeteksi oleh Direktorat Jendral Pajak. NPWP mempunyai 15 (lima belas) digit dan setiap digitnya memiliki kode-kode tertentu.

sadarpajak.com

Penjelasan

1. 2 digit pertama adalah identitas wajib pajak, yakni:

01 – 03 = Wajib Pajak Badan
04 – 06 = Wajib Pajak Pengusaha
05 = Wajib Pajak Karyawan
07 – 09 = Wajib Pajak Orang Pribadi

2. 6 digit kedua alah nomor urut / registrasi yang diberikan Kantor Pusat Direktorat Jendral Pajak kepada KPP. Salah satu contohnya: 921.002

3. 1 digit ketiga diberikan kepada KPP sebagai alat pengaman agar tidak terjadi kesalahan dan pemalsuan NPWP, contoh : 4

4. 3 digit keempat merupakan kode KPP. Salah satu contohnya adalah 005

5. 3 digit terakhir merupakan status Wajib Pajak (Cabang, Pusat atau Tunggal), yakni:
– 001, 002, 003, dst = Cabang
– 000 = Pusat atau Tunggal

Kewajiban untuk melakukan pendaftaran dalam memperoleh NPWP mempunyai batas waktu. Jika Wajib Pajak bagi orang pribadi yang menjalankan suatu pekerjaan bebas atau usaha serta wajib pajak badan, maka wajib baginya mendaftarkan diri paling telat 1 (satu) bulan setelah usaha mulai berjalan. Sedangkan bagi wajib pajak orang pribadi yang tidak mengerjakan pekerjaan bebas atau tidak menjalankan suatu usaha hingga batas satu tahun lebih, maka wajib baginya mendaftarkan diri paling telat di akhir bulan berikutnya.

Cara mendapatkan NPWP bisa pula diperoleh secara jabatan. Dalam hal ini, DJP (Direktorat Jendral Pajak) yang berhak mengeluarkannya jika wajib pajak yang pada dasarnya sudah memnuhi persyaratan objektif dan subjektif dengan sadar tidak mau membuat NPWP.

Ketentuan Pendaftaran NPWP Online

  1. Harus dilakukan melalui elektronik yakni dengan mengisi Formulir Pendaftaran Online pada Aplikasi e-Registration yang ada pada situs resmi Direktorat Jenderal Pajak yaitu www.pajak.go.id
  2. Permohonan pendaftaran yang sudah disampaikan oleh Wajib Pajak dengan Aplikasi e-Registration dianggap sudah ditandatangani secara digital atau elektronik serta memiliki kekuatan hukum.
  3. Untuk panduan penggunaan Apliaksi e-Registration bisa dilihat pada halaman situs Aplikasi e-Registration.
  4. Wajib Pajak yang sudah mengirimkan formulir pendaftaran Wajib Pajak dengan aplikasi e-Registration harus mengirimkan dokumen yang disyaratkan ke KPP yang daerah kerjanya melingkupi tempat tinggal atau tempat usaha. Pengiriman dokumen dapat dilakukan secara elektronik ataupun manual, yakni dengan mengupload foto / scan dokumen.
  5. Dokumen-dokumen itu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja telah diterima oleh KPP dan apabila belum diterima juga, maka bisa dibilang permohonan NPWP paling lambat 1 hari kerja.
  6. Jika dokumen yang disyarakan ini sudah diterima secara lengkap. maka KPP akan menerbitkan bukti penerimaan surat secara elektronik. Kemudian kantor pajak juga akan menerbitkan kartu NPWP paling telat 1 hari kerja.
  7. Kartu NPWP dan Surat Keterangan Terdaftar dikirimkan kepada Wajib Pajak melalui kantor pos. Oleh karenanya, pastikan alamat yang dicantumkan pada formulir pendaftaran Wajib Pajak harus lengkap dan benar.

Baca juga: Pengertian Pajak Menurut Para Ahli, Fungsi dan Jenis Pajak

Syara-syarat Pembuatan NPWP

Syara-syarat Pembuatan NPWP berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-38/PJ/2013, antara lain sebagai berikut:

1. Untuk Wajib Pajak orang pribadi yang tidak melakukan pekerjaan atau usaha:

  • Fotokopi KTP WNI.
  • Fotokopi paspor dan bagi warga asing harus disertai fotokopi kartu izin tinggal tetap (KITAP) dan kartu izin tinggal terbatas (KITAS).

2. Untuk Wajib Pajak orang pribadi yang melakukan pekerjaan atau usaha:

  • Fotokpi KTP dan surat penyataan diatas materai yang memberitahukan bawah orang tersebut benar-benar melakukan suatu pekerjaan atau menjalankan usaha.
  • Bagi warga negara asing harus memiliki paspor, fotokopi KITAS dan KITAP, dibarengi dengan fotokopi dokumen izin kegiatan usaha yang dikeluarkan oleh instansi terkait atau SUrat Keterangan Kerja.

3. Untuk Wajib Pajak yang bertujuan pada profit, syaratnya dapat berupa:

  • Fotokopi akta pendirian bagi pajak badan dalam negeri.
  • Fotokopi paspor atau Fotokopi NPWP salah satu pengurus.
  • Fotokopi dokumen izin usaha yang dikeluarkan oleh instansi terkait

4. Untuk Wajib Pajak badan yang tidak bertujuan pada keuntungan berupa:

  • Foto kopi KTP salah satu pengurus organisasi.
  • Surat keterangan domisili dari RT dan RW.

5. Untuk Wajib Pajak badan bisa seperti:

  • Fotokopi akte pendirian sebagai bentuk kerja sama operasi.
  • Fotokopi kartu NPWP masing-masing anggota yang diwajibkan untuk mempunyai NPWP.
  • Fotokopi NPWP orang pribadi salah satu pengurus perusahaan.
  • Fotokopi izin usaha instansi terkait

6. Untuk Bendahara sebagai Wajib Pajak pemotong atau pemungut pajak seperti:

  • Fotokopi KTP.
  • Fotokopi surat penunjukan sebagai bendahara

Cara Pendaftaran NPWP Online

Zaman kini semakin canggih, hampir semua aspek kehidupan kini berhubungan dengan teknologi. Tak terkecuali Institut Perpajakan kini memberikan pelayan tak kalah canggihnya, yakni pendaftaran NPWP secara online. Tentunya hal ini akan semakin memudahkan msyarakat untuk berurusan dengan pajak.

Berikut ini, cara daftar NPWP secara online, silahkan disimak.

1. Buka website DJP (Direktorat Jenderal Pajak). Selanjutnya pilih menu e-reg (e-registration).

sadarpajak.com

2. Kemudian tampilan isi halaman website akan diteruskan ke alamat https://ereg.pajak.go.id/

sadarpajak.com

3. Kemudian terlebih dahulu buatlah account dengan memilih pilihan “Daftar Baru”. Harus diingat, account yang dimaskud adalah username yang nantinya kelak akan dipakai untuk login ke Aplikasi e-registration.

sadarpajak.com

4. Jika akun sudah terdaftar, segera lakukan aktivasi lewat email.

sadarpajak.com
sadarpajak.com
sadarpajak.com
sadarpajak.com

5. Login menggunakan akun yang sudah dibuat.

sadarpajak.com

6. Pilih menu permohonan pendaftaran, selanjutnya isi data secara lengkap.

sadarpajak.com
sadarpajak.com
sadarpajak.com
sadarpajak.com
sadarpajak.com
sadarpajak.com
sadarpajak.com

7. Lampiran yang sudah dipersyaratkan, contohnya scan KTP dapat langsung diunggah atau dikirim manual. Namun untuk lebih memudahkan, sebaiknya lakukan saja unggah scan KTP.

sadarpajak.com

8. Jika data sudah direkam, pilih menu token. Kemudian nomor token akan segera dikirim ke email pendaftar.

sadarpajak.com
sadarpajak.com
sadarpajak.com
sadarpajak.com
sadarpajak.com

9. Pilih menu kirim, kemudian cetak SPD atau Surat Pengiriman Dokumen. Untuk data pendukung yang akan dikirim manual dapat melalui jasa pengiriman.

10. Jika ingin mengetahui info lebih lanjut proses pembuatan NPWP sudah sampai mana, bisa melakukan konfirmasi ke KPP terdekat.

Demikian sedikit pembahasan tentang NPWP dan cara pendaftaran NPWP melalui online. Semoga bermanfaat.

 

Leave a Comment