Cara Budidaya Belut Dalam Drum

Cara Budidaya Belut Dalam Drum

Saat permintaan belut di pasar meningkat sedangkan ketersediaannya masih terbatas dan kurang, banyak orang yang melihat peluang ini. Diantarany mereka mulai bertanya, bagaimana ternak atau budidaya belut agar kelak bisa memenuhi permintaan pasar yang kurang? Atau mungkin sebagian besar dari kamu ada yang bertanya juga, bagaimana sih cara melakukan budidaya belut itu agar hasilnya maksimal? Untuk belut itu sendiri, bisa dibudidayakan di dalam kolam maupun di dalam drum.

Nah, untuk kali ini kami akan membahas tentang cara budidaya belut di dalam drum. Untuk melakukannya kamu memerlukan drum atau tong bekas yang dilubangi pada bagian sampingnya. Lubang tersebut berbentuk persegi panjang dan mempunyai syarat harus memiliki lubang sekitar 40 % dari total tinggi lebar, yang tinggi lebarnya yaitu tinggi dari samping drumm ke bag an samping drum lainnya.

Mengapa lubang itu tak boleh lebih dari 50%? Karena berfungsi agar belut yang ada dalam drum tidak mudah keluar, model pintu drum yang membentuk setengah lingkaran membuat belut susah untuk keluar sehingga membuat aman untuk dijadikan tempat bududiaya dan bisa menghemat tempat. Jika kamu mempunyai lahan atau tempat yang tidak begitu luas, cara budidaya menggunakan drum ini sangat cocok untuk kamu gunakan.

Persiapan Makanan Sebelum Budidaya Belut

Makanan belut tergolong yang susah untuk didapatkan, oleh karena itu sebelum melakukan budidaya ini kamu harus mempersiapkan stok makanan belut ini dengan matang agar saat budidaya berlangsung belut-belut ini tidak mengalami kekurangan makanan. Belut merupakan hewan pemakan daging, adapun makanan utama belut yaitu berupa keong mas, cacing tanah, ikan runcah, bekicot dan berbagai daging lainnya.

Perlengkapan Budidaya Belut

  1. Drum atau Tong, disarankan terbuat dari bahan plastik supaya tidak berkarat
  2. Tandon penampungan air
  3. Kawat kasa
  4. Paralon
  5. Ember, cangkul, serok, jerigen, baskom dan lain-lain.

Persiapan dan Teknik Budidaya

Hal yang perlu kamu persiapkan dalam budiaya belut dalam drum ini adalah tempat yang ideal. Adapaun teknik budidayanya yaitu sebagai berikut.

1. Drum

Bahan drum bisa terbuat dari besi atau plastik. Jika kamu menggunakan drum yang terbuat dari besi, maka sebelum dipakai harus dibersihkan terlebih dahulu dari karat yang menepel. Selain itu drum harus didiamkan hingga kering tak menimbulkan bau, caranya cukup isi dram dengan air dan diamkan selama dua hari. Sesudah itu buang airnya.

Drum yang digunakan dalam budiaya belut ini harus dalam keadaan bersih, tidak berbau seperti yang digunakan untuk budidaya lele sangkuriang. Cara membersihkan drum ini sebelum dipakai yaitu dengan mengisi air dan mendiamkannya selama 12 jam, setelah itu lalu keringkan selama 3 jam. Drum pun siap telah bersih dan siap dipakai.

Adapaun cara merakit tong atau dram untuk budidaya belut adalah sebagai berikut.

  • Pertama, letakkan drum pada posisi mendatar supaya media ini menjadi lebih luas.
  • Selanjutnya buka bagian drum kemudian sisakan 5 cm pada sisi kiri dan kanan.
  • Pasanglah ganjal atau tumpuan agar drum tidak bergerak atau menggelinding.
  • Selanjutnya buatlah saluran pembuang di bawah drum, posisinya bisa disesuaikan dengan penampungan limah pembuangan.
  • Buat sebuah peneduh, sehingga panas matahari tidak terkena langsung ke permukaan drum dan intensitas cahaya mataharinya juga tidak terlalu tinggi. Bahan peneduh bisa dibuat dengan memasang waring atau shading net. Atau jika kamu tidak bisa mendapatkan kedua bahan itu, kamu juga bisa menggunakan bahan yang lebih murah dan bisa didapat dengan mudah.

2. Media Tanah

Jika ingin melakukan pembesaran budidaya belut, maka tanah yang digunakan sebaiknya tidak terlalu liat, tidak berpasir dan masih mempunyai kandungan hara. Sebaiknya gunakanlah tanah dari sawah atau tanah bekas pemeliharaan ikan lele. Berikut ini cara budidaya belut dalam drum menggunakan media tanah.

  • Masukkan tanah ke dalam tong atau drum sampai ketinggian 35-45 cm.
  • Kemudian masukkan air sampai tanah becek tetapin tidak menggang.
  • Masukkan EM 4 sebanyak 4 botol ke dalam drum atau tong.
  • Aduklah tanah sebanyak 3 kali sehari sampai tanah gembur dan lembut.

3. Media Instan Bokashi

Media instan ini dibuat diluar tong atau drum yang merupakan campuran bahan campuran dan bahan utama. 90 kg media instan bokashi bisa dihasilkan dengan penggunaan 100 kg. Setiap tong atau drum ukuran 200 liter membutuhkan 45 kg bokashi. Adapun bahan utama terdiri atas sebagai berikut.

  •  Potongan batang pisang (10%)
  • Bekatul atau dedak (20%)
  • Pupuk kandang (30%)
  • Jerami Padi (40%)

Sedangkan bahan campuran terdiri dari:

  • EM4
  • Larutan gula pasir sebanyak 250 gram agar bisa menghasilkan 1 liter larutan.

Cara pembuatan Media Instan Bokashi untuk digunakan sebagai budidaya belut:

  • Langkah pertama yaitu cacah potongan pisang dan jerami lalu keringkan. Ciri bahan sudah kering yaitu ketika digenggam akan hancur.
  • Selanjutnya campurkan cacahan bahan diatas dengan bahan pokok lain dan aduk sampai merata.
  • Kemudian bahan campuran itu sedikit demi sedikit namun jangan sampai terlalu basah.
  • Terakhir tutup media dengan terpal atau karung goni selama 5-8 hari. Bolak balik campuran agar tidak membusuk.

4. Mencampur Media Bokashi dan Media Tanah

Langkah-langkah dalam mencapur mdia bokashi dan media tanah.

  • Pertama, masukkan media bokashi ke dalam drum, lalu aduk sampai merata. Masukkan air ke dalam drum sampai ketinggian 7 cm, lalu diamkanlah sampai terdapat cacing atau plankton. Sementara proses berlangsung sekitar satu minggu, drum tidak perlu ditutup. Setelah itu keluarkan air dari drum dan gantilah dengan yang baru dengan ketinggian yang masih sama.
  • Masukkan ikan-ikan kecil dan tumbuhan air yang tidak terlalu banyak.
  • Agar nafsu makan belut lebih merangsang. masukkanlah vetsin secukupnya. Kemudian diamkan selama dua hari.
  • Selama proses ini, hal yang harus diperhatikan adalah ketinggian seluruh media, terkecuali jika media tumbuhan air tersebut tidak lebih dari 50 cm.

5. Masukkan Bibit Belut

Jika semua media budidaya sudah terselasaikan, maka proses selanjutnya yaitu menebarkan bibit belut. Dalam penebaran bibit ini, sebaiknya ditebar sebanyak 165-205 ekor atau sekitar 2kg.

Perawatan budidaya belut di dalam drum relatif tidak susah karena pemantauannya yang tidak terlalu besar. Selama perawatan berut berlangsung, inilah hal-hal yang perlu diperhatikan.

Pemberian Pakan

Sebenarnya tidak ada aturan pasti mengenali volume pemberian pakan. Tetapi pakan sebaiknya diberikan 6% dari semua jumlah bibit belut yang ditebarkan. Ikan-ikan kecil, cacing serta bekicot adalah pakan terbaik yang bisa diberikan untuk belut.

Pengaturan Air

Hal penting yang harus dilakukan lainnya adalah pengaturan air, hal ini dimaksudkan agar sisa-sisa makanan yang ada tidak menumpuk hingga akhirnya bisa menimbulkan penyakit bagi belut. Cara melakukan pengaturan air ini cukup mudah, yaitu dengan cara mengalirkan air bersih ke dalam drum.

Jika ingin memasukkan air sebaiknya menggunakan pipa paralon. Sedangkan untuk membuang air bisa dilakukan dengan cara melubangi drum dengan ketinggian 9 cm dari genangan air. Pembuangan sisa kotoran ini bermanfaat untuk menambah oksigen bagi belut yang ada di dalam drum tersebut.

Perawatan Tanaman Air

Untuk menghindari intensitas cahaya, belut menggunakan tanaman air sebagai tempat berlindung dan juga bisa digunakan sebagai tempat untuk menjaga kelembaban.

Pemberian EM4

Em4 bermanfaat untuk mengurangi bau menetralisir sisa-sisa pakan. Pemberian EM4 ini dilakukan 2-3 kali sehari dengan ukuran setengah sendok teh. Sebelum diberikan larutkan terlebih dahulu dalam satu liter air.

Perawatan di Sekitar Lokasi

Perawatan ini bertujuan untuk menjaga drum dari lumut, tanaman liar ataupun predator pemangsa yanh hidup di sekitar lokasi seperti ayam.

6. Pemanenan

Pemanenan belut bisa dilakukan jika masa budidaya menginjak bulan ke 3 dan empat, ataupun sesuai keinginan kita dan juga sesuai permintaan pasar.

Leave a Comment